GANGGUAN TELINGA DAN SARAF
Bagi para pemusik , alat pendengaran merupakan harta atk ternilai harganya.Disisi lain, ada potensi gangguan pendengaran akibat tingginya intensitas bunyi alat music yang dimainkan.Berdasarkan studi marshall chasin dari centre for human performance and health di Kanada.Intensitas bunyi bassdrum dapat mmencapai 106 (desibel)dB.
Guru besar ilmu penyakit telinga , hidung, dan tenggorokan fakultas kedokteran UI memaparkan bahwa bunyi aman intensitas telinga 85 dB dalam 8 jam hari kerja atau 40 jam perminggu berdasarkan panduan occupational safety health association (OSCA).
Hokum “tiga” dapat dimanfaatkan sebagai panduan.Artinya setiap penambahan tiga desibel waktu aman pajanan makin pendek.misal seorang aman jika terpanjang 85 dB dalam waktu 8 jam ,88 dB dalam waktu 4 jam,91 dB dalam 2 jam,94 dB dalam 1 jam,94 dB dalam waktu 30 menit dan 100 dB dalam waktu 15 menit.
Jika tidak terpenuhi ,akan terjadi kerusakan pada alat pendengaran.”penabuh gamelan bali yang sangat energik dank eras bunyi musiknya pernah diteliti ternyata mereka mengalani gagguan alat pendengaran”.Proses pendengaran berawal dari gelombang bunyi yang ditangkap oleh daun telinga lalu nunyi di teruskan keliang telinga kemudian menggetarkan gendang telinga.Bergetarnya tulang pendengaran di telinga tengah menggetarkan cairan yang berada di rumah siput di telinga bagian dalam.Getarab kemudian di teruskan ke saraf pendengaran dan disampaikan di otak untuk di interprestasikan hasilnya.Saat itulah kita mengetahui bunyi yang didengar.
Gagguan pendengaran akibat bising atau yang lebih dikenal dengan noise induced hearing loss (NIHL),merupakan salah satu gangguan pendengaran yang dapat dicegah.Pemain drum atau salah satu orang yang bekerja di lingkungan bising dapat menggunakan penutup telinga untuk mengurangi intensitas bunyi.
MENJAGA ORGAN GERAK
Mengigat bermusik merupakan aktivitas yang sarat gerak maka penabuh drum juga perlu mewaspadai gagguan pada organ gerak.Dokter ahli saraf menyebutkan cidera tulang belakang pada penabuh drum terkait erat dengan pergerakan tubuh.Aktifitas yang melampaui kemampuan seperti mengkat beban berat atau terpukul d apat mengakibatkan kerusakan organ gerak.
Cidera juga bisa terjadi tanpa disadari,tetapi terulang ulang dalam jangka waktu yang lama serta pemakaian yang berlebihan.Penabuh drum beresiko mengalami cidera karena saat menabuh drum tidak ada penunjang kedua lengan sehingga ke mungkinan besar timbul gagguan tengkuk dan leher.Leher sering mengalami cidera seperti kerusajan tulang persendian dan jaringan pengikat.Gangguan itu akan menggaggu system saraf pusat.Timbul nyeri di tengkuk ,sakit kepala,dan kesemutan yang menjalar ke lengan.Jika berkelanjutam terjadi pengisutan otot akhirnya otot lemah dan terjadi kelumpuhan.
Resiko lain adalah gangguan saraf lengan dan saraf persendian tangan . Terjadi penyempitan saraf dalam terowongan sendi tangan akibat peradangan karena cidera. Timbul rasa nyeri,kesemutan dan rasa gatal pada jari jari tangan,telapak tangan serta penggung tangan.Lama kelamaan otot mengkinsut dan terjadi kelemahan otot otot jari tangan.
Persendian dean otot otot lengan juga dapat cidera missal persendian siku, tangan dan jari jari.Persendian atau otot otot yang cidera akan merasa nyeri dan pergerakan menjadi terbatas.Guna mengurangi resiko cidera latihan pemanasan sebelum menabuh drum oerlu dilakukan.Pembebanan yang bertahap untuk mengkondisikan anggota gerak menghadapi segala postur dan aktifitas akan membantu .sebaiknya aktifitas yang berlebihan dihindari dengan cara beristirahat setelah beberapa pertunjukan .
Postur tubuh yang baik saat beraktifitas dapat mencagah terjadinya cidera.Letak tempat duduk dengan alat music perlu di atur agar tidak terjadi kesalahan postur.Ukuran stik drum pun perlu di sesuaikan dengan ukuran tangan.
Jika terjadi cidera .pemusik disarankan berhenti sementara guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Daerah yang mengalami cidera hendaknya dikompes dengan es selama 7 -10 menit dan diistirahatkan selama 24-48 jam sambil melakukan latihan ringan tanpa pembebanan,Obat anti peradangan juga dapat dikomsumsi untuk meringankan keluhan.
Jika keluhan tidak berkurang sebaiknya dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.Pada keadaan kronik biasanya dilakukan tindakan fisioterapi guna meningkatkan aliran darah pada daerah yang terlibat ,disertai latihan peregangang mobilisasi sendi sendi atau otot yang cidera sehingga menjadi lentur dan kuat.
Pemulihan bergantung pada berat ringan sebuah cidera ,proses baru atau lama ,serta bpenyebab yang mendasari sebuah kerusakan.Pencegahan dan penangan sedini mungkin tetap menjadi hal terpenting.
BATAS KEBISINGAN HARIAN YANG DIPERBOLEHKAN
JAM PERHARI TINGKAT SUARA (dB)
8 90
6 92
4 95
3 97
2 100
1,5 102
1 105
0,5 110
0,25 atau kurang 115
TINGKATAN SUARA MUSIK
Praktik piano normal 60 – 70 dB
Penyanyi portissimo 3’ 70 dB
Studio kecil,auditorium kecil 75 -85 dB
Piano portissimo 84 -103 dB
Biola 82 -92 dB
Cello 85 -111 dB
Obo 95 – 112 dB
Flut 92 - 103 dB
Pikolo 90 – 106 dB
klarinet 85 – 114 dB
French horn 90 – 106 dB
Trombon 85 - 114 dB
Timpani dan bass drum 106 dB
Walkman on 5/10 94 dB
Puncak musik simfoni 120 – 137 dB
Amplifier rock 4-6’ 120 dB
Puncak musik rock 150 dB
SUMBER:KOMPAS 29.03.11






Reply to this post
Posting Komentar